MUSWIL ABSINDO JAWA TIMUR

PASURUAN — Ahad 28 Juni 2026, Musyawarah Wilayah (Musywil) ABSINDO Jawa Timur yang dirangkaikan dengan Seminar dan Semiloka bertema “Digitalisasi Gerakan BMT dan Koperasi Syariah Indonesia” berlangsung khidmat, strategis, dan penuh semangat kolaborasi di lingkungan pesantren Sidogiri, Pasuruan. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi gerakan BMT dan koperasi syariah untuk memperkuat konsolidasi organisasi, advokasi regulasi, serta transformasi digital dalam menghadapi perubahan zaman.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran ulama, pimpinan asosiasi, pengelola BMT, akademisi, dan praktisi digitalisasi dari berbagai daerah. Kehadiran tokoh-tokoh seperti Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri K.H. Ahmad Fuad Noerhasan, Ketua Pembina ABSINDO K.H. Abdul Majid Umar, Ketua Umum ABSINDO H. Adi Suryadi, serta para narasumber dan pengurus wilayah menunjukkan kuatnya dukungan terhadap penguatan ekosistem ekonomi syariah berbasis koperasi di Indonesia.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia sekaligus Ketua BMT Maslahah, H. M. Dumairi Nor, menyampaikan bahwa Pasuruan dipilih sebagai tuan rumah karena dinilai memiliki aset koperasi tertinggi di Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa Jawa Timur merupakan basis utama gerakan koperasi nasional, bahkan memiliki sejarah panjang dalam advokasi hukum dan penguatan kelembagaan koperasi. Menurutnya, sinergi antara BMT Maslahah, BMT UGT Nusantara, dan BMT Mandiri Sejahtera menjadi bukti nyata soliditas gerakan BMT di wilayah ini.

Salah satu agenda penting dalam rangkaian kegiatan adalah penandatanganan kerja sama atau MOU , Piloting Program Pemasaran  Produk Panel Surya dari PT Sunking dan Pemasaran Paket Umroh & Haji Khusus  PT UGT Mastour and Travel bagi anggota. Kerja sama ini mencerminkan semangat integrasi layanan yang tidak hanya berfokus pada sektor keuangan, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi anggota dan masyarakat luas.

K.H. Abdul Majid Umar dalam sambutannya menegaskan bahwa ABSINDO hadir sebagai wadah perjuangan yang lahir dari keikhlasan dan kebutuhan nyata gerakan BMT, bukan semata-mata bergantung pada anggaran pemerintah. Ia menekankan bahwa BMT bukan hanya lembaga keuangan, melainkan gerakan pemberdayaan umat, pembebasan dari sistem riba, dan penegakan keadilan ekonomi.

Ia juga memaparkan pentingnya penguatan advokasi regulasi, termasuk pengawalan RUU Perkoperasian agar berpihak pada koperasi, khususnya dalam hal perpajakan dan kepemilikan aset atas nama koperasi. Selain itu, ia menyoroti perlunya sinergi antar-BMT melalui semangat taaruf dan taawun, agar tidak ada lembaga yang berjalan sendiri tanpa dukungan ekosistem yang sehat.

Ketua Umum ABSINDO H. Adi Suryadi menekankan bahwa perubahan logo tiga titik bukan sekadar pembaruan identitas visual, melainkan simbol sinergi tiga kekuatan utama gerakan: PINBUK, ABSINDO, dan INKOPSA. Ia menyebut ketiganya sebagai satu kesatuan yang harus saling menguatkan dalam dakwah ekonomi syariah. Ia juga menyoroti pentingnya big data, kedaulatan data umat, dan transformasi digital sebagai syarat utama agar lembaga BMT mampu bertahan dan berkembang di era digital.

Dalam pemaparannya, Adi Suryadi mengingatkan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban. Menurutnya, lembaga yang tidak hadir di ruang digital akan tertinggal oleh perubahan perilaku masyarakat, khususnya generasi muda. Ia juga menyoroti ancaman fintech dan paylater yang dinilai sebagai bentuk “rentenir digital”, sehingga koperasi syariah harus hadir dengan solusi teknologi yang lebih adil, aman, dan sesuai prinsip syariah.

Sesi seminar dan semiloka turut menghadirkan narasumber digitalisasi, di antaranya Ibu Indah Maryani dari PT Infradigital Nusantara dan Bapak Amaludin dari Apex Islamic Microfinance Kendari. Keduanya menjelaskan pentingnya standar keamanan sistem, interkoneksi antarlembaga, cloud system, IKYC, AML, serta penguatan infrastruktur digital yang dapat diakses secara terjangkau oleh BMT di seluruh Indonesia.

Ibu. Indah Maryani menekankan bahwa BMT harus mampu membangun sistem digital yang aman, terstandar, dan terkoneksi dengan baik agar dipercaya regulator maupun anggota. Sementara Bapak Amaludin menegaskan bahwa solusi digital BMT harus berbasis ekosistem bersama, sehingga lembaga tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling mendukung dalam hal layanan, likuiditas, dan akses transaksi anggota lintas daerah.

Dalam sesi tanya jawab, para peserta menyoroti isu legalitas sistem digital BMT, keamanan data, jaminan kelembagaan, dan kesiapan transformasi digital. Narasumber menegaskan bahwa solusi utama terletak pada standarisasi sistem, penguatan keamanan, serta kolaborasi antarlembaga melalui ekosistem ABSINDO yang terintegrasi.

Musyawarah Wilayah ABSINDO Jawa Timur juga menetapkan susunan pengurus wilayah periode 2026–2030. H.M. Sholeh Wafie, S.E., M.E. ditetapkan sebagai Ketua Wilayah Jawa Timur, didampingi jajaran wakil ketua, sekretaris, bendahara, serta bidang-bidang strategis yang meliputi organisasi, advokasi dan regulasi, baitul maal sosial fund, SDM dan sertifikasi, humas, serta digitalisasi dan IT.

Penetapan pengurus baru ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat konsolidasi gerakan BMT di Jawa Timur, memperluas jangkauan layanan, meningkatkan tata kelola kelembagaan, serta mempercepat transformasi digital yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Prosesi Pelantikan

Dalam rangkaian acara Musyawarah Wilayah ABSINDO Jawa Timur, juga dilaksanakan prosesi ceremony pelantikan dan pembacaan ikrar pengurus ABSINDO Wilayah Jawa Timur periode 2026–2030. Prosesi ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum ABSINDO, Bapak Adhy Suryadi, sebagai bentuk pengesahan resmi atas kepengurusan baru yang akan mengemban amanah organisasi di wilayah Jawa Timur.

Pembacaan ikrar berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan, menandai komitmen seluruh pengurus untuk menjalankan tugas organisasi secara amanah, profesional, dan berorientasi pada penguatan gerakan BMT serta koperasi syariah. Momentum ini juga menjadi simbol estafet kepemimpinan serta tekad bersama untuk memperkuat konsolidasi, advokasi, digitalisasi, dan pemberdayaan anggota di seluruh Jawa Timur.

Dengan terselenggaranya Musywil, seminar, dan semiloka ini, ABSINDO Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk menjadi motor penggerak ekonomi syariah yang kuat, adaptif, dan berdaya saing. Melalui sinergi ulama, akademisi, praktisi, dan pengurus BMT, gerakan koperasi syariah diharapkan semakin kokoh dalam melayani umat dan memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

Admin